Organisasi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memiliki peran dalam menyebarkan paham keagamaan yang sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW dan Al-Qur’an, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nurul Hidayatul Ummah mengatakan, sejak berdirinya IPPNU, membawa amanah yang besar untuk mendidik dan membina pelajar-pelajar di Indonesia untuk menerapkan peradaban Islam Wasathiyah (jalan tengah).

Menurut Nurul, sebagai organisasi pelajar yang menjadi ujung tombaknya NU, IPPNU memiliki komitmen yang tinggi terhadap gerakan kebangsaan dan kemanusiaan, karena IPPNU menampilkan Islam Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) ke dalam tiga pilar ukhuwah yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniah.

“Saya mengajak seluruh kader IPPNU di seluruh Indonesia untuk menyikapi gerakan radikalisme yang terjadi pada beberapa waktu lalu. Hal itu adalah wujud dari kesalahan dalam memahami makna jihad, tidak adanya kematangan dalam memahami agama, sehingga pemikirannya dangkal, emosional, dan lahirlah sentimen antar agama, kemudian timbul kekerasan,” kata Nurul di Jakarta, Jumat, (02/4).

Nurul menegaskan, seluruh kader harus meningkatkan dan mengencangkan kembali tugas dan amanah IPPNU dalam menyebarkan nilai-nilai Aswaja, dan menyampaikan Islam yang Wasathiyah.

“Pimpinan pusat memiliki program Daiyah Fun Camp yang digelar pada Ramadan tiap tahunnya, kita mewadahi pelajar-pelajar yang memiliki passion di bidang dakwah untuk meningkatkan skill nya, dan tentunya mereka juga akan berperan untuk mendakwahkan nilai-nilai Aswaja,” ungkap Nurul.

Pimpinan Pusat, kata Nurul, akan mengirimkan surat instruksi ke seluruh pimpinan wilayah di seluruh Indonesia untuk turut menggalakkan program tersebut, dengan tujuan menyebarkan prinsip Aswaja yaitu tawassuth, tawazun dan tasamuh dengan dakwah ala milenial.

Nurul berharap, tidak ada lagi Zakiah-Zakiah selanjutnya. Melalui gerakan pelajar putri NU dengan kapasitas dan kreativitas jiwa muda yang dimiliki, otomatis akan turut mengambil peran dalam pencegahan penyebaran terorisme dan radikalisme yang semakin marak akhir-akhir ini.

Lebih lanjut, Nurul juga mengatakan pemerintah harus bersikap tegas pada aksi teroris yang meresahkan masyarakat seperti kasus teror Mabes Polri dan Bom Makassar, belum lama ini.

(Anty Husnawati)