Maraknya hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan provokasi yang tersebar di media sosial yang diakibatkan dinamika sosial politik di Indonesia berdampak pada para pelajar yang juga menjadi pengguna aktif media sosial.

Fenomena demikian menarik Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) untuk membuka wawasan para pelajar dan mengajaknya untuk turut aktif bermedia sosial dengan positif. Hal itu dilakukan melalui kegiatan Nusantara Millenial Summit yang digelar di The Media Hotel, Jakarta Pusat.

Ketua Umum IPPNU Nurul Hidayatul Ummah menyampaikan bahwa pertemuan 1.000 pelajar dari berbagai penjuru Nusantara ini guna menyatukan mereka di atas perbedaan dan meredam ketegangan provokasi, serta memecah polarisasi yang ada.

“Kita membangun komitmen bersama di kalangan anak muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial, membangun komitmen bersama untuk menyebarkan ajakan perdamaian, saling merangkul, dan menghargai perbedaan di kalangan anak muda,” ujarnya.

Forum ini dihadirkan guna memberikan narasi alternatif atas maraknya ketidakpercayaan kepada pemerintah sehingga melalui forum ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan mereka terhadap negeri.

“Terkonsolidasinya para influencer di media sosial sebagai trend setter dalam menyebarkan narasi cintai negeri dan menjadi warga negara yang baik di tengah ketegangan sosial,” kata dara yang menamatkan studi magisternya di Universitas Leicester itu.

Nurul juga berharap kegiatan tersebut dapat menggerakkan kader IPPNU untuk konsisten dalam menyuarakan perdamaian di dunia maya. “Terwujudnya gerakan serentak di kalangan pelajar melalui media sosial untuk mengampanyekan perdamaian melalui sebuah seruan tagar bersama,” ungkapnya pada Sabtu (22/06) di Media Hotel.

Kegiatan ini menghadirkan Deputi II Kementerian Pemuda dan Olahraga H Asrorun Niam Sholeh, Ketua Umum IPPNU Nurul Hidayatul Ummah, Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Aswandi Jailani, Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Hafizh Syafaaturrahmah, dan Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Husin Tasrik Makrup Nasution. Mereka akan berbicara peran pemuda.

Selain itu, hadir pula sebagai pembicara para pemuda pegiat media sosial dari berbagai kalangan, seperti M Abdullah Syukri, Tina Talisa, Rana Anis Baswedan, dan Zediens. Mereka akan duduk satu forum dan berbicara tentang tema Saatnya Anak Muda Berani Mengkampanyekan Perdamaian.

Di samping itu, kegiatan ini juga mendatangkan Ari Kriting, Putri Salsa, Wirda Mansur, dan Chiki Fauzi guna membincangkan Saatnya Milenial Berkarya.Forum lainnya galawicara kebangsaan dengan tema Kita Ingin Perdamaian: Mengkampanyekan Perdamaian Menurut Saya. Tema tersebut akan disampaikan oleh Rosita Niken W, Ulil Abshar Abdalla, Alissa Wahid, dan Addie MS. (Firda)