Cirebon– Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menghadiri Kongres ke-XIX IPNU dan ke- XVIII IPPNU di Cirebon, Minggu (23/12). Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU periode 2000-2003 tersebut menceritakan pengalamannya selama berorganisasi di IPNU dan ketika 2 periode memimpin Kabupaten Banyuwangi.

Melalui posisinya sebagai Bupati Banyuwangi, Anas telah menghadirkan perubahan wajah bumi Blambangan dari yang dinilai sebagai kota santet yang angker menjadi kota modern yang dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Karena prestasi yang Anas miliki tersebut, salah satu peserta Kongres IPPNU dari Gorontalo, Nafisah mengajukan pertanyaan dalam forum sarasehan bersama Bupati Banyuwangi tersebut tentang bagaimana cara memotivasi masyarakat agar tidak pesimis terhadap kritikan dan penilaian negatif orang luar terhadap Kabupaten Banyuwangi.

“Kita perlu melakukan packaging. Kita harus packing kegiatan-kegiatan positif dan prestasi kinerja kita dengan editing yang baik di media sosial agar semakin meluas pesan positifnya. Sehingga kesan negatif tersebut lama-lama berubah menjadi dukungan positif.” Demikian kata lelaki 45 tahun tersebut.

Anas juga mengajak peserta Kongres IPNU-IPPNU untuk memanfaatkan smartphone untuk pengembangan kaderisasi. Menurutnya, konten yang dikemas dalam media sosial mampu mempengaruhi minat anak muda untuk ikut menjadi anggota IPNU-IPPNU. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memang tidak bisa dihindari, namun bisa dikendalikan bahkan harus bisa menghasilkan income atau pendapatan. (Aidy Firda)