Sumber foto: Setkab.go.id

Jakarta– Pembukaan Kongres IPNU-IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’) ke XIX dan ke XVIII di Istana Negara Jakarta Jum’at (21/12), Presiden RI Joko Widodo meminta kader IPNU-IPPNU se-Nusantara untuk merespon perubahan global dengan bijak, sehingga seluruh anggota maupun kader dapat mengimbangi perubahan dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

“Jangan sampai Pelajar NU terjebak jadi ahli hoaks. Pelajar NU harus ahli robotic, artificial intelligence, ngerti internet of things, ngerti VR karena memang kita harus merespon perubahan global sekarang.” Pesan Presiden Joko Widodo.

Presiden juga mengajak kepada seluruh pelajar NU untuk berhijrah dari pesimisme ke optimisme dan dari individualisme ke kolaborasi. Hijrah dari sikap amarah ke penyabar. Hijrah dari ketimpangan ke keadilan social. “saya rasa ini juga harapan kita bersama.

“Saya percaya IPNU-IPPNU memiliki peran penting dalam menyiapkan kader NU untuk menjadi manusia terbaik, siap hadapi perubahan global karena revolusi jilid empat dan era ciptakan teknologi merubah perilaku hidup manusia.” Tutur Joko Widodo.

Presiden juga percaya seluruh anggota IPNU-IPPNU merupakan calon pemimpin NU yang hebat bahkan juga calon pemimpin Indonesia. (Sumriyah/Aidy Firda)