Maraknya berita palsu yang menyudutkan sebagian golongan, merendahkan harga diri suatu pihak hingga menjatuhkan nama baik seseorang kini telah menjadi hal yang dapat menyulut emosi masyarakat dan memicu diskriminasi dalam kehidupan bersosial. Jika berita ini terus menerus hadir dan menjadi konsumsi publik, maka generasi bangsa ini hanya akan membuang-buang waktu hanya untuk membaca berita yang tidak jelas kebenarannya. Selain itu, Bangsa Indonesia juga bisa mengalami perpecahan karena kurangnya kepercayaan kepada sesama umat beragama akibat minimnya fakta yang membuat mereka percaya untuk saling berinteraksi sosial. Dengan membuat konten yang mengedepankan nilai toleransi, Nahdlatul Ulama akan selalu menjadi pemeran utama untuk menyebarkan berita dan informasi yang berguna dan menghargai perbedaan tanpa perlu membuat kebohongan atau hoax.

Memerangi hoax memang menjadi keharusan setiap orang, termasuk generasi muda. Banyak hal yang bisa dilakukan agar berita hoax hilang dari peradaban, membuatnya tidak lagi beredar dan menjadi konsumsi. Sayangnya, setiap orang juga tidak menaruh perhatian lebih kepada informasi yang diterimanya melalui media sosial. Seharusnya, sebagai generasi yang melek teknologi mampu bertabayun dulu sebelum informasi yang didapatkan menjadi viral karena asal disebarkan.

Banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran hoax. Seperti melakukan pengecekan kepada alamat website yang bersangkutan, mengevaluasi keaslian berita atau informasi yang disampaikan, menelusuri si penulis berita tersebut dan kemudian mendiskusikan keaslian berita dengan komunitas jurnalistik. Hal ini sangat perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum informasi yang didapatkan semakin menyebar dan menjadi isu di masyarakat.

Lalu, jika sudah diketahui dengan pasti bahwa berita yang dipublikasikan merupakan berita bohong karena isinya yang provokatif atau memuat ujaran kebencian kepada seseorang. Tugas selanjutnya adalah membuat klarifikasi atau tulisan yang didasarkan pada data dan fakta yang ditemukan di lapangan mengenai berita atau informasi yang bersangkutan. Menjadi produktif dengan menulis dan menyajikan informasi yang akurat dan andal merupakan hal terampuh yang bisa dilakukan. Karena dengan memberikan informasi yang benar akan membuat masyarakat berfikir rasional dan logis. Meskipun sebenarnya berita hoax saat ini menjadi bisnis yang berprofit tinggi dan membuat masyarakat bingung karena tidak ada fakta yang tepat. Sebagai generasi mikenial, kita harus berasumsi dengan memberikan pernyataan yang didasari fakta agar realitanya makin terungkap jelas. Semoga masyarakat Indonesia semakin cerdas menanggapi dan merespon berita atau informasi yang diterimanya sebelum mengonsumsinya atau disebarkan kepada publik. (Annida)