Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menyelenggarakan Latihan Pelatih Nasional (Latpelnas) Zona Kalimantan di Samarinda, Kalimantan Timur. Kali ini Latpelnas IPPNU Zona Kalimantan berlokasi di Universitas Nahdlatul Ulama Samarinda.

Latpelnas merupakan jenjang kaderisasi non formal yang secara intensif dilaksanakan oleh pimpinan pusat dalam sekala nasional. Periode ini Latpelnas di dilaksanakan di 4 zona meliputi:  zona jawa, zona kalimantan, zona sumatra dan zona Indonesia bagian Timur.Latpelnas  ini ditujukan untuk menciptakan fasilitator-fasilitator nasiona kader-kder pelajar puti NU yang berjumlah kisaran 3 juta pelajar putri NU  yang siap di terjunkan diberbagai daerah untk mendampingi kaderisasi IPPNU di berbagai tingkatan. Latpelnas diharapkan dapat menjadi wadah untuk melatih rekanita ippnu yang telah menyelsaikan seluruh jenjang kaderisasi formal agar memiliki wawasan dan keterampilan tekhnik fasilitasi yang baik ungkap Puti Hasni ketua umum PP.IPPNU

Dalam sambutanya wakil kakanwil prov. Kalimantan timur bapak samudi. Beliau Berpesan agara IPPNU bisa berkomitmen untk turut serta menyebarkan kebaikan terutama di media sosial mengingat saat ini marak sekali konten negatif yang mengandung unsur hoax, profokatif dan ujaran kebencian atau hate speech.

Latpelnas IPPNU Zona Kalimantan digelar selama tiga hari penuh, dari Sabtu-Senin, 23-25 Desember 2017. Para pesertanya diseleksi khusus dari perwakilan PW IPPNU wilayah Kalimantan.

Ada total 25 peserta terseleksi mewakili dari  provinsi-provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Hal ini akan terus di lakukan keliling  di beberapa wilayah indonesia lainnya.

Ketum PP IPPNU Puti Hasni mengatakan Latpelnas adalah agenda penting organisasi untuk mencetak pelatih handal dalam kaderisasi IPPNU,  dan menggerakan kader-kader muda NU yang berjumlah jutaan kader untuk bisa berkontibusi dan mengambil peran aktif untuk memecahkan permasalahan bangsa di lingkungan  masyarakat seperti maraknya berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.