Akankah ada dokter, insinyur, arsitek, tentara, dan semua profesi yang lainnya di duia ini. Andaikan tidak ada manusia dengan sebutan “guru”. Guru adalah seseorang yang meski tidak sempurna, ia selalu berusaha agar ilmu, akhlak dan moral anak-anak didiknya semakin baik dan mendekati sempurna.

Bagi seorang guru, murid adalah jiwa serta ruh mereka. Yang akan menumbuhkan sayap, menjamah peradaban yang paling penting dalam sebuah kehidupan. Murid-muridnya adalah sebaris nama yang tak pernah ia lupa dalam doanya. Bagi seorang guru keberhasilannya bukanlah diukur dari seberapa tinggi angka kesuksesaannya sendiri, akan tetapi terhitung dari seberapa sukses dan berhasil anak-anak didiknya.

Kemarahan seorang guru adalah luapan cinta, perlindungan, dan kasih sayangnya terhadap anak didiknya. Air matanya adalah lintasan duka dan luka saat anak didiknya terluka dari sisi jiwa maupun raga. Dia akan selalu mengayomi, memberikan rasa nyaman kepada anak didiknya. Memberikan ilmu semampunya, bahkan belajar lagi dan lagi demi memenuhi kehausan ilmu para anak didiknya.

Dalam islam seorang guru adalah makhluk yang sangat istimewa. Sebegitu istimewanya hingga syaikhona Hasyim Asy’ari (pendiri NU) memuliakan dan menaati segala tutur katanya. Belajar dari guru kita mbah Hasyim, beliau adalah orang yang begitu ta’dzim kepada gurunya mbah Kholil (Syaikh Kholil Bangkalan). Beliau bahkan rela mengarungi jamban yang penuh kotoran demi membasuh rasa sedih nyai Kholil yang mana saat itu cincin pernikahannya tercebur di sana.

Guru adalah mereka yang memberikan kebebasan (kemerdekaan) pikiran kepada anak didik mereka. Kebebasan yang ada pada lintasannya, kebebasan yang bertanggung jawab. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang mengarungi dinginnya malam demi mempersiapkan ilmu bagi anak didiknya.

Dalam kitab ta’alim muta’alim terdapat satu bab yang membahas pentingnya menghormati guru. Ilmu akan sampai pada akal, hati, dan jiwa mereka apabila mereka memuliakan ahlinya (guru). Mengapa sedemikian hebatnya seorang guru disinggung dalam kitab tersebut? Karena seorang guru adalah mereka yang mengajari kita ilmu, menyelamatkan kita dari kepincangan dan kebutaan ilmu. Mereka adalah orang-orang yang dengan sederhana memberikan yang terbaik bagi kita. Merawat dan menjaga kita layaknya anak sendiri. Seseorang yang tak pernah marah dan dendam saat kita membuat hatinya kecewa. (Hsn)