Acara Konbes IPPNU di buka Oleh Menag H.lukman hakim Saifuddin

Jogja – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menyelenggarakan  konferensi besar (KONBES) yang bertempat di asrama haji Yogyakarta. Acara KONBES ini di hadiri oleh 3 mentri sekaligus. di buka langsung Oleh Menag H.Lukman Syaifuddin, dan di isi saresehan tokoh muda oleh mentri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggaldan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo, dan  Mentri Keternagakerjaan RI Hanif Dakhiri.

Konbes IPPNU kali ini mengusung tema “Pelajar Putri Bersinergi Melawan Deradikalisasi” Tema tersebut dipilih sebagai Wujud dan Upaya Pelajar NU dalam merespon Positif Perpu no 2 tahun 2017 tentang organiasasi Kemasyarakatan dengan mengawal deradikalisasi bersifat preventif sekaligus responsif terhadap isu radikalisme di Indonesia

Acara KONBES di hadiri oleh 150 delegasi dari seluruh wilayah di Indonesia.  KONBES ini diselenggarakan dalam rangka  konsolidasi Nasional Pimpinan Wilayah IPPNU se-Indonesia, membahas masalah-masalah organisasi  yang bersifat khusus di tingkat nasional.  Selain konsolidasi nasional, KONBES kali ini juga menyelenggarakan forum seminar nasional di dalamnya. Forum seminar nasional dalam KONBES ini bertujuan untuk menambah wawasan para peserta KONBES.

KONBES IPPNU 2017 ini diselenggarakan selama tiga hari, dimulai tanggal 27 Oktober 2017 sampai 29 Oktober 2017. Sesuai dengan temanya, KONBES ini banyak membahas Membahas citra diri, peraturan organisasi dan peraturan administrasi serta pedoman pengkaderan dan juga  tentang penolakan radikalisme serta peran penting pemuda dalam membangun bangsa dan menguatkan ideologi bernegara

Dalam sesi seminar pertama pada hari Jum’at 27 Oktober 2017 ini, Menteri Keternagakerjaan RI Hanif Dakhiri mengatakan, “IPPNU sangat tepat menyelenggarakan KONBES dengan tema sarasehan “Pemuda Berdaya Membangun Bangsa”.  Hal ini disebut tepat karena pemuda hari sangat dekat dengan isu-isu radikalisme yang menyebabkan mudahnya para pemuda menjual atau bahkan menukar nilai nilai kepercayaan yang dianutnya demi materi yang harganya tak seberapa. Kemudian Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI berpesan agar NU bisa menjadi garda terdepan pancasila Indonesia.