Surabaya-  PC IPPNU Surabaya turut serta memeriahkan  hari santri dengan  menyelenggarakan beberapa rentetan kegiatan menarik (21/10/2017).

Dalam memeriahkan hari santri tahun ini, PC IPPNU mengadakan dua acara sekaligus di tempat yang berbeda yakni kegiatan Seminar Kesehatan Nasional dengan tema “Pelajar Putri Berkhidmat Membangun Generasi Sehat”,yang diadakan di Gedung Unusa (Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya) pada pukul 08.00 WIB sampai ba’da dhuhur di gedung Tower Unusa.

Seminar yang dihadiri oleh  KH. Ma’ruf Khozin selaku Komisi Fatwa Bahtsul Matsail Jatim, Dr. Hj. Andini, M.kes CHT selaku anggota LKNU, Dr. Ananto Sidohutomo dan H. Achmad Jani, S.E S.H M.M MBA, acra ini dihadiri oleh beberapa peserta dari dengan jumlah 159 peserta.

Kegiatan pra acara Hari Santri Nasional kedua dilaksanakan di gedung PWNU (Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur lantai 3, tepatnya di jalan Masjid Al-Akbar Timur No 3 Surabaya. Pra acara HSN kedua dilaksanakan setelah acara pertama selesai mulai pukul 12.00 WIB sampai 16.00 WIB. Peserta yang hadir 100 dengan 5 kelompok pengikut lomba Nasyid dan 5 pengikut lomba Samroh. Peserta yang hadir berasal dari pondok pesantren Nurul Huda, SMKN 5 Surabaya, SMK Islam Al-Amal, SMA Yapita, SMK Al-Amin, MTS Nurul Hikamah, Pimpinan Ranting Rungkut Tengah dan masih banyak lagi.

Sulis Prabawati S.Pdi selaku ketua PC IPPNU Surabaya memaparkan Pra HSN ini merupakan bagian kegiatan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, yang merupakan wadah Untuk Mengasah Kemampuan dengan Menampilkan Kreatifitas pelajar-pelajar di Surabaya. Selain itu, mengenai seminar kesehatan dikhususkan kepada pelajar putri karena meski berjuang dalam pendidikan, diharapkan mampu memahami makna kesehatan.

” kedepannya pelajar putri akan menjadi calon ibu, dengan adanya seminar ini mampu memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi maupun kecantikan tubuh”, Terangnya.

Sulis juga memberi pemahaman bahwa seminar pra HSN tidak hanya memaparkan tentang kesehatan. Hal yang menarik dari seminar ini memberikan informasi melalui pemahaman hukum religuitas (keislamann) terhadap kesehatan kecantikan tubuh. Baik bahan dan cara penggunaan kosmetik maupun reproduksi wanita.

“Seminar kesehatan tentang kosmetik bersangkutan hukum perspektif islam seperti kaitannya dengan berwudhu, karena bahan- bahan kimia kosmetik tidak semua terbuat dari bahan yang halal. Outputnya pemahaman paripurna menyeluruh baik dari hukum kedokteran maupun perspektif agama “, Lanjutnya.

Sedangkan lomba Nasyid dan Samroh ditujukan kepada para pelajar agar mampu memiliki jiwa kompetisi. Karena menurut Sulis hanya pelajar yang memiliki jiwa pejuang yang mampu bertahan sehingga dapat mengasah jiwa kompetisinya, serta tujuan dari lomba ini dapat mengasah jiwa kreatifitas dan percaya diri. -UK/SBY