Oleh: Husna Assyafa

Assalamulaikum wr.wb

 

Bismillah…

Dear untuk para santri di seluruh penjuru negeri…

Kini engkau menjadi simbol kebanggaan, diabadikan dalam satu hari di bulan istimewa ini. Akan tetapi, masihkah eksistensi kita akan tetap putih dan suci di hadapan Illahi?. Semua sanjungan, pujian janganlah menjadi nyanyian yang melenakan. Kita harus tetap sadar dan bangun, memandang segala sisi dan segi kehidupan. Banyak gang-gang kehidupan yang belum usai kita lalui, banyak hikmah yang belum selesai kita pungut dalam setiap gang sempit ini.

Dear untuk teman seperjuangan penghuni penjara-penjara impian

Yang mereka kenang dengan sebutan “hari santri” saat ini bukanlah kita yang belum usai, akan tetapi mereka yang telah berhasil mengurai manfaat, peran pada masyarakat. Sehingga kita harus tetap menunduk, menjelma sebagai generasi-generasi yang bagaikan mutiara. Menyelam di kedalaman samudra ilmu dan agama. Menorehkan tinta emas di masa depan kita. Karena keabadian nama “santri” akan menjadi tugas kita untuk tetap membuatnya berdiri kokoh dengan senyum indah.

Mari sejenak kita terdiam, pejamkan mata. Kita raba hati kita, mencari letak kejujuran yang paling  benar dalam nurani kita. Siapkah kita dengan sebutan santri? Melanjutkan perjuangan para pendahulu kita. Melawan rimbanya dunia nyata maupun maya. Menegakkan kepala untuk menahan beban berat perjuangan ini. Salam santri seluruh penjuru negeri. Santri itu, menata hati untuk hal-hal yang diridloi Illahi, menata laku untuk perjalanan yang setajam paku, juga menata lisan untuk melanjutkan sebuah perjuangan.

 

Wassalamualaikum…