IPPNU.OR.ID, JAKARTA –  Aksi Penolakan Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang penerapan Lima Hari Sekolah atau Full Day School (FDS) yang diputuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy  terus menerus dilakukan oleh sejumlah masyarakat di berbagai daerah.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Ketua Umum PP.IPPNU,  saat ditemui  di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017). Puti hasni menyatakan  penolakan keras terkait kebijakan Full Day School (FDS) atau lima hari sekolah yang akan diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Full day school tidak boleh dipaksakan untuk dilaksanakan. Keputusan tersebut Perlu dipertimbangkan dan dikaji ulang. Situasi dan kondisi pelajar, terutama di lingkungan pesantren, sangat tidak cocok dengan penerapan FDS. penerapan Lima Hari Sekolah atau Full Day School (FDS) yang diputuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy  akan berimbas pada 233.949 lembaga pendidikan pesantren dan madrasah diniyah takmiliyah yang telah berkontribusi besar terhadap negara.

Sekali lagi, IPPNU sebagai organisasi pelajar putri di bawah naungan NU melihat pembenahan karakter pelajar bukanlah dengan FDS. Ujar Puti menutup pembicaraan. ( Z )

.