Banyuwangi – Komunitas Diskusi Lingkar 59 Banyuwangi mengadakan Diskusi Post Kolonialisme di Musholla Kantor PCNU Banyuwangi, Sabtu (17/06). Acara tersebut mendatangkan seorang cendekiawan muda Nahdlatul Ulama, Ahmad Baso. Acara yang berlangsung selama dua jam tersebut dihadiri oleh IPNU IPPNU, PMII, dan Santri.

Selama acara berlangsung, Ahmad Baso banyak membahas tentang muhafadzah. Selain itu penulis buku Pesantren Studies tersebut juga menjelaskan bagaimana pentingnya menjaga jati diri kita sesungguhnya sebagai warga Nusantara. Ahmad Baso menyampaikan empat poin penting mengenai siapa sebenarnya Indonesia, yaitu pribadi bangsa Indonesia, karakter bangsa Indonesia, suara rakyat Indonesia dan kemerdekaan mengutarakan pendapat.

Adanya acara ini karena kepedulian para pemuda terhadap fakta yang banyak ditemui saat ini. Malu akan menyatakan siapa diri kita sebagai warga Indonesia. ”Jangan takut, jangan minder menyatakan pribadinya”. Tegas Ahmad Baso. Ia berulang kali mengatakan agar kita tidak lupa akan siapa diri kita sesungguhnya dan bisa menunjukkan kepada dunia siapa Indonesia.

Salah satu peserta dari IPPNU, Farha Nabilla mengatakan bahwa dengan mengikuti diskusi ini bisa belajar mengenal jati diri bangsa dan diri kita sebagai warga Indonesia. Ahmad Baso di akhir acara memberikan tugas kepada para peserta untuk membuat tulisan tentang pengalaman yang menyatakan bagaimana pribadi kita. (Nayla Warda)