Seminar Literasi Digital yang merupakan rangkaian acara Harlah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-62 yang digelar pada Sabtu, (04/03) bertempat di Pondok Pesantren Hati, Kraksaan, Probolinggo Jawa Timur.

Acara ini diikuti oleh siswa SMP Hati dan Sekitar 300 orang pelajar puteri NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari 38 Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU se-Indonesia.

Siwi Yunita, Wartawan KOMPAS yang menjadi nara sumber menyampaikan bahwa
perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat membuat dunia berubah, salah satunya maraknya berita bohong atau hoax yang beredar melalui media sosial, hal ini harus menjadi perhatian penting bagi Pelajar NU untuk mengawal pelajar.

“Bagi pelajar yang aktif menggunakan media sosial, harus bisa memfilter berita yang tidak bisa di pertangung jawabkan atau hoax, harus bisa membedakan mana berita yang benar atau yang sengaja dibuat-buat oleh media karena untuk kepentingan”. Jelasnya

Siwi juga memaparkan cara membuat Headline news yang benar, dan mengajak seluruh pelajar untuk terus menyebarkan segala kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh IPPNU.

Selain itu menurut ketua Departemen Pendidikan, Pengkaderan, dan Pengembangan SDM (PPS) IPPNU, Arin Mamlakah menyampaikan bahwa dengan memberikan pemahana Literasi Digital ini diharapkan dapat membantu mensingkronkan dengan kaderisasi, agar mewujudkan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang positif dengan membawa berbagai informasi dan gagasan guna membangkitkan gairah para Pelajar untuk berpartisipasi dalam berorganisasi.