logo ippnu

Cirebon, NU Online

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon memperkuat kaderisasi di tingkat basis. Mereka karenanya menggelar Latihan Fasilitator (Latfas) bagi kader-kadernya di kepemimpinan anak cabang dan komisariat se-Kabupaten Cirebon, Rabu-Kamis (22-23/6).
Pendidikan ini berlangsung di Kantor Sekretaris ]IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, Jalan Pengayoman nomor 9 Kecamatan Weru-Cirebon. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Habib Abu Tolkhah Nawawi, Ketua Umum IPPNU Puti Hasni, Wahyono Annajih dari PP IPNU, Ketua IPPNU Jawa Barat Nunung Nurjannah, dan Sekretaris IPNU Jawa Barat Abdul Sidik.

Puti Hasni menyampaikan pentingnya fasilitator di setiap kegiatan kaderisasi di tingkat basis baik PK, PR, dan PAC. Ia juga mengatakan fasilitator ini merupakan kebutuhan utama bagi IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon dalam melakukan dan mengawal kaderisasi.
“Meski di IPPNU tidak ada istilah Latfas (Latihan Fasilitator-red), tapi melihat kebutuhan di basis penting sekali adanya fasilitator. Maka Latfas ini menjadi sangat penting, nanti akan menjadi pertimbangan pola kaderisasi,” jelas Puti.

Sementara itu Ketua IPNU Kabupaten Cirebon Ayub Al-Ansori mengatakan, dengan adanya Latfas ini kader-kader IPNU-IPPNU harus siap ditugaskan di manapun dalam melakukan pengawalan proses kaderisasi.
“Hidup matinya IPNU-IPPNU ada pada pengawalan dan perawatan kader. Tentu dengan Latfas ini diharapkan kader-kader IPNU-IPPNU yang menjadi fasilitator ini menjadi lebih cakap, kreatif, dan profesional,” kata Ayub.

Di tempat yang sama Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nur Aida Fajriyanti menegaskan, Latfas ini merupakan bentuk keseriusan IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon dalam hal kaderisasi.

“Kaderisasi di IPNU dan IPPNU tidak bisa main-main. Harus diciptakan fasilitator-fasilitator yang betul-betul andal dan kreatif dalam melakukan kerja-kerja kaderisasi seperti Makesta dan Lakmud sehingga menghasilkan anggota dan kader yang militant dan progresif,” tandas Aida. (Nurjannah Al-Kendali/Alhafiz K)