Jakarta, ippnu.or.id

Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama mengajak pelajar untuk kembali merefleksikan nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan negara Republik Indonesia melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Ramadhan Movement untuk Pelajar Nusantara yang terdiri dari berbagai kegiatan menarik lainnya.

Ketua Umum PP IPPNU Puti Hasni menyatakan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sedini mungkin.

“Dalam hal ini IPPNU sebagai organisasi berbasis pelajar memiliki kewajiban untuk mengawal nilai-nilai kebangsaan, yang kemudian ditetapkan dalam 4 Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” Kata Puti dalam sambutannya, Kamis (16/6), di Gedung PBNU Lantai 8.

Kemudian Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan bentuk final dari landasan berbangsa dan bernegara. “Sudah tidak dapat ditawar lagi,” tandasnya.

Zainut Tauhid Sa’adi selaku narasumber pada kegiatan memaparkan perjalanan perjuangan perumusan landasan negara Indonesia yang ramah dan toleran terhadap perbedaan.

“Dengan perbedaan itulah, para pendahulu kita saling menghargai untuk mengakomodir kepentingan semua golongan. Karena Indonesia itu sangat beragam, baik beragama adat istiadat, bahasa dan agama,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar berbasis Islam harus tetap tegak di tengah arus globalisasi dan terbukanya arus informasi global.

“Tentunya, keterbukaan akan membahayakan kita jika tidak ada filterisasi. Maka IPNU-IPPNU harus tetap tegak dan menjadi contoh bagi yang lain,” pungkasnya. (Afifah Marwa)