Semarang, NU Online

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menginisiasi penyelenggaraan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU yang diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.Langkah ini merupakan bagian dari usaha untuk mengembangkan ranah IPNU-IPPNU di seluruh perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah maupun sekitarnya.Farid Luthfi Assidiqi, ketua PKPT IPNU Unnes, menerangkan bahwa Makesta Raya merupakan program kerja terbaru pihaknya sebagai tindak lanjut hasil kongres IPNU IPPNU di Boyolali.

“Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU secara legal formal telah disahkan berdasarkan hasil kongres di Boyolali, sehingga sebagai PKPT tertua di Jawa Tengah, sudah selayaknya kita mempunyai kewajiban untuk mengembangkan IPNU-IPPNU di perguruan tinggi,” katanya.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Unnes tersebut menerangkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sampai pelatihan saja, namun akan terus dilakukan pendampingan dan advokasi agar di seluruh perguruan tinggi di Jawa Tengah berdiri komisariat IPNU IPPNU.

Ali Maskur, selaku ketua panitia kegiatan Makesta Raya mengatakan bahwa kegiatan selama tiga hari ini diisi dengan berbagai materi. “Materi-materi dalam acara tersebut di antaranya adalah ahlussunnah wal jamaah, ke-NU-an, IPNU IPPNU, geo politik kampus, wawasan kebangsaan, hingga kepemimpinan dan keorganisasian,” katanya.

Selain materi, peserta juga kami ajak untuk berdiskusi perihal isu-isu strategis terkini yang memerlukan solusi. “Kader IPNU IPPNU mempunyai karakter yang santun, agamis, dan berintelektual. Dalam segala persoalan selalu mengedepankan prinsip-prinsip ke-Aswaja-an, sehingga selain mempunyai dasar pengetahuan agama, juga memiliki nalar politik yang baik,” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan Makesta Raya tersebut adalah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Negeri Semarang, Poliklinik Kesehatan Surakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.(Red: Mahbib)