Jakarta, NU Online
Ujian Nasional (UN) untuk siswa kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengeh Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah digelar serentak mulai Senin (4/4) kemarin. Sesuai data Kementerian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia (Kemendikbud RI), UN tahun ini akan diikuti sebanyak 3.302.673 siswa di seluruh Indonesia.
Contek-mencontek, bocoran soal jawaban, alat komunikasi di ruang ujian hingga merubah jawaban soal yang dilakukan oknum pejabat sekolah merupakan persoalan klasik yang seringkali ditemukan saat UN berlangsung. Persoalan-persoalan tersebut selalu terulang setiap tahunnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mengingatkan peserta UN untuk mengerjakan soal sebaik mungkin, jujur dan tidak mencontek. “Kerjakan soal sebaik mungkin. Jangan menyontek. Percayalah dengan kemampuan diri sendiri,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap siswa-siswi Indonesia akan menjadi kader terbaik bangsa jika mereka mengerjakan soal UN dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras.
“Majulah pelajar Indonesia, makin jaya, dan mampu menjadi kader terbaik bangsa,” tandas perempuan jebolan Buntet Pesantren tersebut. (Muchlishon Rochmat/Zunus)