Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) masa khidmah 2016-2021 mengelar diskusi perspektif gender dalam konteks hubungan mubadalah antara laki-laki dan perempuan di Jakarta, Sabtu (26/3). Diskusi ini sengaja digelar untuk menyamakan visi gender di kalangan pengurus baru PP IPPNU.

Diskusi dipandu oleh KH Faqihuddin Abdul Kodir dan Maimunah yang merupakan penggerak kesetaraan gender di Fahmina Institute. Hubungan mubadalah adalah hubungan secara timbal balik antara laki-laki dan perempuan.

Ketua Umum PP IPPNU Puti Hasni menjelaskan, arti penting dilaksanakan diskusi adalah untuk menyatukan frekuensi tentang perspektif gender bagi pengurus PP IPPNU.

“Jelas sekali pemahaman tentang gender harus dipahami bersama oleh laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini IPPNU sebagai organisasi basis massa perempuan perlu secara tegas mengawal hak dan kewajiban yang harus dilakukan,” paparnya.

Puti berharap dengan dihadirkan perspektif gender kita paham akan hak dan kewajiban masing-masing, saling menghargai, dan saling mengayomi.

Kiai Faqihuddin juga menambahkan bahwa perspektif gender akan kuat jika memahami hubungan “saling”.

“Keduanya baik laki-laki punya hak yang sama yang harus dipenuhi. Perlu ditekankan baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berhak menuntut ketika haknya tidak dikabulkan,” pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)