Malang, NU Online
Salah satu kader Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Brawijaya, Anik Haryanti, kini sedang berjuang dalam acara TFF (Thought For Food) Challenge 2016 yang berlangsung 1-2 April 2016 di Zurich, Swiss.

Anik yang merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya sekaligus pengurus IPPNU Universitas Brawijaya beserta tim melakukan inovasi dan mengangkat produk lokal di ajang akademik dan teknologi pangan tersebut. Dengan mengusung produk Biteback, mereka berhasil membawa nama Indonesia di ajang internasional. Biteback merupakan produk yang meyakini serangga dapat menjadi solusi pangan alternatif di masa depan.

Setelah bersaing ketat dengan 416 tim dari 105 negara di seluruh penjuru dunia, Tim Biteback yang digawangi Anik Haryanti bersama tiga mahasiswa lainnya akhirnya mampu menuju babak final. Tim-tim yang dinyatakan lolos di antaranya berasal dari negara Amerika, Brazil, India, Uganda, Kenya, Britania Raya, dan Perancis.

Tim Biteback mengusung inovasi dalam pengolahan makanan, dan menemukan minyak untuk memasak yang dibuat dari serangga meailworm atau larva kumbang. Inovasi minyak ini diyakini mengandung omega-3 yang tinggi dan zat besi yang mampu mengatasi anemia.

Babak final kompetisi ini akan diselenggarakan di Zurich, Swiss, 1-2 April mendatang. Pemenang akan berkesempatan mendapatkan dana investasi dengan total 15.000 USD atau setara 208 juta rupiah untuk pengimplementasian program yang direncanakan. Selamat berjuang ya! (Ikbar Al Asyari/Mahbib)